Keamanan Siber

Phising adalah penipuan yang meniru pihak tepercaya

Bukan peretasan sistem, melainkan pembajakan kepercayaan. Yang diserang bukan komputernya, melainkan penilaian orang yang membacanya.

Diagram satu contoh pesan phising fiktif dengan empat penanda: domain yang tidak cocok, ancaman bertenggat, tautan menyamar, dan permintaan PIN
Empat hal yang membocorkan sebuah pesan penipuan.

Ringkasan

  • Phising adalah upaya memperoleh data Anda dengan menyamar sebagai pihak yang Anda percaya.
  • Sasarannya bukan sistem, melainkan penilaian Anda dalam beberapa detik pertama.
  • Nasihat lama soal salah ketik dan bahasa kaku sudah tidak bisa diandalkan.
  • Yang paling jarang berubah adalah alamat domain dan permintaan datanya.
  • Tidak ada layanan sah yang meminta kata sandi, PIN, atau kode sekali pakai.
Definisi

Apa itu phising

Phising adalah upaya memperoleh data pribadi Anda dengan cara menyamar sebagai pihak yang Anda percaya. Bentuknya bisa surel, pesan singkat, panggilan telepon, atau halaman masuk palsu.

Yang membedakannya dari peretasan biasa terletak pada sasarannya. Peretasan menyerang celah pada sistem. Modus ini menyerang penilaian orang yang membaca pesannya.

Karena itu perangkat lunak keamanan saja tidak cukup. Sebuah pesan yang meyakinkan tetap lolos ke kotak masuk Anda. Keputusan terakhir tetap ada pada orang yang membacanya.

Data yang biasanya diincar

Sasarannya hampir selalu tiga hal. Kredensial akun berupa nama pengguna dan kata sandi. Data finansial seperti nomor kartu dan PIN. Dan kode sekali pakai yang dikirim ke ponsel Anda.

Kode sekali pakai adalah incaran yang paling sering berhasil. Banyak orang mengira kode itu aman diberikan kepada petugas. Padahal kode itulah kunci terakhirnya.

Ejaan

Phising atau phishing, mana yang benar

Ejaan yang benar adalah phishing, dengan dua huruf h. Kata itu berasal dari bahasa Inggris, plesetan dari fishing yang berarti memancing.

Meski begitu, ejaan phising dengan satu huruf h jauh lebih sering dipakai pembaca Indonesia. Kami memakai keduanya di sini karena keduanya menunjuk hal yang sama.

Perbedaan ejaan tidak mengubah apa pun soal bahayanya. Yang perlu Anda kenali adalah polanya, bukan cara menulisnya.

Tanda

Empat tanda yang masih bisa dikenali

Nasihat lama menyuruh mencari salah ketik dan bahasa yang kaku. Nasihat itu sudah usang. Pesan penipuan sekarang rapi, sopan, dan sering memakai logo yang benar. Empat hal berikut jauh lebih sulit dipalsukan.

TandaCara memeriksanyaKenapa sulit dipalsukan
Alamat domain yang tidak cocokBaca bagian tepat sebelum garis miring pertama.Nama merek boleh ditaruh di mana saja, tetapi domain aslinya tidak bisa diambil alih.
Tenggat yang mendesakPerhatikan ancaman pemblokiran dalam hitungan jam.Tekanan waktu memang alat utamanya; tanpa itu orang sempat memeriksa.
Tautan yang menyamarTekan lama tautannya untuk melihat tujuan sebenarnya.Teks tautan bebas ditulis apa saja, tujuannya tidak bisa disembunyikan.
Permintaan kata sandi atau kodeBerhenti begitu diminta menyebutkan kode atau PIN.Tidak ada layanan sah yang membutuhkannya; ini pembeda yang paling tegas.
Tindakan

Kalau terlanjur diklik

Mengklik tautan saja biasanya belum berakibat apa-apa. Yang berbahaya adalah bila Anda sempat memasukkan data di halaman yang terbuka.

Bila itu terjadi, urutannya menentukan. Ganti kata sandi layanan tersebut lebih dulu. Lalu keluarkan semua sesi aktif dari pengaturan keamanan akun. Panduan lengkap urutannya ada di tulisan kami tentang langkah setelah data Anda bocor.

Bila data perbankan ikut masuk, hubungi bank sebelum melakukan hal lain. Pemblokiran kartu adalah satu-satunya tindakan yang nilainya menurun setiap menit.

Melapor tetap ada gunanya

Banyak orang melewatkan langkah ini karena merasa percuma. Padahal laporan membantu dua hal. Halaman palsu bisa lebih cepat ditutup, dan nomor laporan berguna bila Anda menyengketakan transaksi.

Google menyediakan pelaporan langsung dari dalam kotak masuk Gmail. Untuk kerugian yang lebih besar, ada saluran resmi yang menangani pidananya.

Yang tidak perlu Anda lakukan

Tidak perlu membalas pesannya untuk menegur pelaku. Balasan justru menandai nomor Anda sebagai nomor aktif.

Tidak perlu pula memasang aplikasi pembersih yang dijanjikan pesan itu. Aplikasi semacam itu kerap menjadi bagian dari penipuannya sendiri.

Baca juga

Panduan lain di IDN96

Telekomunikasi

Internet lemot: salah siapa

Uji berjenjang menentukan letak masalah, dan cara komplain yang didengar.

Telekomunikasi

Jaringan 5G di Indonesia

Tiga syarat memakai 5G dan cara memeriksa masing-masing.

Ulasan

Membaca ulasan secara kritis

Mengenali metodologi, konflik kepentingan, dan tanda ulasan yang tidak teruji.

Tentang tulisan ini

Ditulis oleh
Dian Eko Nasution, editor keamanan siber, kanal Keamanan Siber. Bidang yang ia kuasai dan susunan penanggung jawab ada di halaman Redaksi.
Jenis tulisan
Penjelas evergreen. Menjelaskan cara kerja dan cara menilai, bukan melaporkan peristiwa bertanggal.
Cara kami menyusun
Setiap klaim ditelusuri ke sumber primer dan disunting oleh editor yang tidak menulis artikel ini. Alur lengkapnya dijelaskan di pedoman redaksi.
Menemukan kekeliruan?
Kirim ke [email protected] dengan menyertakan tautan halaman ini. Ditanggapi dalam satu hari kerja lewat prosedur koreksi.
Kepentingan komersial
Tulisan ini bukan konten bersponsor dan tidak dibayar pihak mana pun.

Rujukan

  • Bantuan Gmail — panduan resmi Google berbahasa Indonesia untuk mengenali dan melaporkan surel penipuan: support.google.com.
  • Tim Tanggap Insiden Siber BMKG — panduan mengenali ciri phising dan cara menghindarinya: csirt.bmkg.go.id.
  • Badan Siber dan Sandi Negara — kanal bantuan insiden siber: bssn.go.id/layanan.